PENGADUAN PNPMLMP
Online : www.green-pnpm.com
Email :HCU.green@gmail.com
SMS : 087857967929

 

STATISTIK PENGUNJUNG
Sunday 26 May 2013

 

GALERI FOTO

 

LINK WEBSITE


Departemen Dalam Negeri


PSF World Bank


PNPM Mandiri Perdesaan


TSU Micro Hydro Power


Desaku Hijau (CSO)


Operation Wallacea Trust (OWT)


Blogspot PNPMLMP

Join us :
Green PNPM @Green PNPM
Pesona Ekowisata  Mata Air  Desa   Latugho
 Menjadi Magnet Bagi Kegiatan-Kegiatan Lain Non PNPM LMP



Kendari - Terdengar cerita daerah pedesaan yang subur, di atas tanah datar 150 mm dpl nampak tumbuhan yang menghijau pohon dan semak yang masih lebat hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai dipimpin oleh seorang kepala Kampung. Saat itu orang menyebut kampung Watumela.

Pada tahun 1968 sistem pemerintahan berganti dari kepala kampung menjadi kepala Desa dan kampung watumela menjadi Desa latugho. Nama Latugho berasal dari nama gunung bersejarah yaitu gunung Sangia Latugho, merupakan gunung batu yang di anggap keramat.

Desa Latugho yang dalam bidang pariwisata terkenal dengan budaya “ Perkelahian Kuda” termasuk salah satu Desa dalam wilayah kecamatan Lawa kabupaten Muna Provinsi Sulawesi tenggara. Desa ini memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam di antaranya sumber mata air “Wakantee” terletak ditengah perkampungan penduduk ±50 meter dari jalan poros raya.

Pada pertengahan tahun 2008 PNPM-LMP masuk di kecamatan lawa dengan tujuan melestarikan lingkungan melalui kegiatan konservasi dan pengelolaan Sumber Daya Alam yang ramah lingkungan, berkelanjutan serta berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Memahami tujuan dari PNPM-LMP tersebut dan melihat potensi yang ada di desa masyarakat mengusulkan Perlindungan Mata Air dengan konsep Ekowisata, sehingga rumusan kegiatan berjudul “Pembangunan Ekowisata Wakantee”.  Kegiatan ini menjadi usulan prioritas pertama Desa Latugho karena merupakan satu-satunya mata air di desa ini yang dampaknya juga dirasakan oleh desa sekitarnya.

Usulan tersebut kemudian dibawa ditingkat kecamatan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD II) penyusunan Prioritas usulan untuk membahas usulan yang akan didanai melalui BLM TA 2008. Dalam musyawarah tersebut usulan Pembangunan Ekowisata tidak termasuk dalam prioritas BLM TA 2008, tetapi setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang akhirnya seluruh wakil desa menyepakati kegiatan Pembangunan Ekowisata menjadi prioritas pertama untuk BLM TA 2009.

Pasca Musyawarah Antar Desa (MAD II) TA 2009, dengan dibantu oleh FT PNPM-MP Kec. Lawa La Insafu  Rencana Anggaran Biaya disusun. Pembangunan Ekowisata wakantee menelan biaya Rp.276.452.600,- terdiri dari pembuatan tanggul volume Panjang 226,5 meter x lebar 35 meter x tinggi 1,5 meter berfungsi melindungi daerah sekitar mata air, gazebo ukuran 6 x 9 m2, kolam renang untuk anak-anak, 3 buah payung-payung tempat duduk dan 2 kamar ganti. Dengan fasilitas yang demikian pemerintah Desa  & kecamatan sangat merespon, begitu pula masyarakat Desa cukup senang karena adanya tempat rekreasi yang indah untuk Desa latugho dan desa-desa sekitarnya, terutama pada hari libur seperti hari Raya Lebaran, tahun baru dan lainnya.

Bentuk perhatian Pemerintah dan masyarakat tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka menengah Desa (RPJMDes) 2010-2014 yang disusun oleh tim 11.  Salah satu kegiatan pembangunan yang diprioritaskan adalah Pengembangan Ekowisata wakantee dalam bidang Sarana dan Prasarana. Menjawab RPJMDes tersebut pemerintah desa mengupayakan berbagai program masuk ke desa latugho dan secara harmonis mengambil “perannya”masing-masing.  Tahun Anggaran 2010 dibangun tempat pemancingan dan pintu air melalui dana Block Grant, kemudian Tahun Anggaran 2011 PNPM-MP membangun Perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagian penduduk desa Latugho dengan tetap memperhitungkan pelestarian mata air dan PNPM-LMP mendanai kegiatan Penghijauan Lingkungan dengan penanaman pohon pelidung termasuk penanaman disekitar mata air Wakantee.

Saat ini, Tahun anggaran 2011/2012 sedang berjalan Program Peningkatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang mendanai kegiatan Pembangunan rabat jalan, Drainase dan tanggul disebelah timur areal mata air.

Rancangan ke depan dengan bersumber dari dana APBD kab. Muna akan dibangun fasilitas arena “Perkelahian Kuda”, fasilitas permainan dll. Dengan berbagai fasilitas tersebut diharapkan Ekowisata Wakantee akan menarik perhatian pengunjung sehingga Visi Desa “PADA TAHUN 2020 DESA LATUGHO MENJADI DESA MANDIRI MELALUI BIDANG PERTANIAN DAN PARIWISATA” dapat tercapai.

PNPM-LMP di desa latugho bagaikan sebuah “Peletakan batu pertama” untuk program pembangunan Desa dalam upaya membangun desa Lestari dan Mandiri.





Pengirim : FKL Kec. Lawa Kabupaten Muna Prov. Sulawesi Tenggara- Irawati, SP



Berita Lainnya :

Video Galeri


Courtesy of Youtube

Konsultan Manajemen Nasional PNPM LMP Jl. ayub No. 11 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12740

Copyright 2011 www.green-pnpm.com. All right reserved